RAIDER KHUSUS 744/SYB


Tampilkan postingan dengan label Binlat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Binlat. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2014

PELAKSANAAN PERSIAPAN GELAR PERLENGKAPAN SATGAS PAMTAS RI-RDTL YONIF 744/SYB


 
Sebanyak 350 Prajurit Batalyon Infanteri 744/SYB yang tergabung dalam persiapan Satgas Pamtas RI-RDTL tahun 2014 melaksanakan latihan gelar perlengkapan dimana telah melewati kegiatan latihan pratugas dari tahap I, II, dan III yang dilaksanakan di lapangan hijau Sivava.

 
Pelaksanaan latihan gelar perlengkapan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 September 2014. Selaku Komandan Satgas (Dansatgas) Letkol Inf. Yudi Gumilar, S.Pd. menekankan agar seluruh Prajurit yang akan melaksanakan Satgas agar mempersiapkan seluruh aspek kegiatan baik personel maupun materil. Dimana para Prajurit diharapkan mampu digerakkan kapanpun dan dimanapun nantinya.

 
Adapun isi protap perlengkapan ransel perorangan meliputi perlengkapan pakaian, perlengkapan logistik, perlengkapan senjata dan perlengkapan tambahan lainnya.

 
Disamping itu gelar perlengkapan pasukan guna mengecek kelengkapan dalam persiapan kunjungan dan sejauh mana kesiapan personel dan materil yang nantinya akan melaksanakan tugas Satgas Pamtas.

Senin, 22 September 2014

LATIHAN UJI TERAMPIL PERORANGAN UMUM NON PROGLATSI BATALYON INFANTERI 744/SYB



ntuk meningkatkan kemampuan perorangan prajurit Yonif 744/SYB maka dilaksanakan latihan UTP umum non proglatsi. Para prajurit dituntut mampu melaksanakan tugas-tugas sesuai jabatannya dalam situasi taktis dan kerja sama dalam hubungan tingkat Regu, Pleton, Kompi, maupun tingkat  Batalyon.




Pelaksanaan uji terampil perorangan umum yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 22 September 2014 Pukul 08.00 Wita bertempat di mako Yonif 744/SYB. Program latihan UTP ini merupakan program tetap dari Bapak Kasad Jendral TNI Gatot Nurmantyo, yang telah ditekankan kepada setiap Dansat dalam kegiatan Apel Dansat di Yonif 413/Bremoro.




Latihan adalah kebutuhan  yang paling hakiki bagi setiap prajurit TNI. Adapun materi yang di uji adalah dasar – dasar ilmu keprajuritan antara lain : Ilmu Medan, Niksarpur, Pioner, Prodkom, BDM, Pengjatri, Longmalap, Pam Intelijen dan  Mobud. Dalam latihan tersebut, Danyonif 744/SYB Letkol Inf Yudi Gumilar, S.Pd menekankan kepada para prajurit harus mampu melaksanakan materi latihan sesuai dengan standarisasi keprajuritan yang bertahap bertingkat dan berlanjut sehingga sasaran dicapai dapat berjalan dengan baik serta lebih memperhatikan faktor keamanan.   




Tujuan dilaksanakan UTP Umum non proglatsi, selain petunjuk dari komando atas adalah dikuasainya kemampuan keterampilan dan pengetahuan berdasarkan BPUPKJ 1 s.d 5 masing – masing kecabangan oleh para prajurit sesuai dengan jabatan di satuan dalam pembinaan latihan yang akan diaplikasikan di medan sebenarnya.

Sabtu, 23 Agustus 2014

PERSIAPAN PENGAMANAN PRESIDEN RI DI WILAYAH PERBTASAN RI-RDTL


Mayjen TNI Wisnu Bawa Tanaya bersama rombongan diantaranya Asops Kodam IX/UDY, Asintel Kodam IX/UDY, Danrem 161/WS, Danbrigif 21/KMD, Dandim 1605/Belu, Danyonif 744/SYB, Dansatgas 742/SWY, Bupati Belu, Kapolres Belu, Dandenpom dan bersama rombongan pasukan elit pengaman presiden mengecek kesiapan pasukan dan sterilisasi daerah yang akan dilewati Presiden RI yang akan melaksanakan tatap muka bersama perdana Menteri Timor Leste dalam rangka membahas kerjasama dalam segala bidang yang berlangsung di RDTL.

 
Pelaksanaan persiapan pengamanan pada hari Sabtu tanggal 23 Agustus 2014 bertempat di Kota Atambua Kab. Belu Prov. NTT. Pangdam IX/UDY berharap agar para prajurit dalam melaksanakan tugas pengamanan dengan baik, dalam penanganan tugas pengamanan presiden. Prajurit Yonif 744/SYB dan kepolisian sebelum diberangkatkan, telah melaksanakan berbagai kegiatan berupa pembekalan-pembekalan dari pasukan pengamanan presiden terkait berupa tugas dan tanggungjawab baik perorangan maupun regu. Selain itu, mempelajari berbagai situasi dan tehnik tentang pengamanan apabila terjadi penyerangan kepada Presiden.
 
Dalam rencana pengamanan Asops Kodam IX/UDY menyampaikan agar para komandan satuan masing-masing menyiapkan prajurit untuk melaksanakan pengamanan berlapis dari ring 1 sampai ring 4 yang diperbantukan pasukan elit pengaman presiden yang harus siap, baik dari kesiapan personel, peralatan pengamanan yang harus disesuaikan dengan medan.

 
Danyonif 744/SYB menyiapkan prajurit Yonif 744/SYB melaksanakan pengamanan sepanjang daerah yang akan dilewati presiden, terbagi dalam pos-pos yang tersebar di wilayah perbatasan, dimana setiap pos berjarak sekitar 250 meter dengan jumlah personel 15 orang setiap posnya.
Sementara itu, Danyonif 744/SYB Letkol Inf Yudi Gumilar,S.Pd. menyatakan bahwa personel yang diberangkatkan dalam tugas pengamanan Presiden RI sebanyak 1 pleton organik yang telah dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan tempur. selain itu juga dibekali tentang pengetahuan teknologi komunikasi.

Jumat, 22 Agustus 2014

BATALYON INFANTERI 744/SYB SEDANG MELAKSANAKAN LATIHAN PRATUGAS TAHAP II DAN III



       Didalam sebuah Instansi Kemiliteran khususnya TNI-AD, setiap kesatuan yang akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan tentu harus melaksanakan latihan dari tahap demi tahap yang disesuaikan dengan kondisi dan medan tugas nantinya yang akan diamankan. Batalyon Infanteri 744/SYB mendapatkan kehormatan untuk melaksanakan satgas pamtas RI-RDTL, sehingga Danyonif 744/SYB Letkol Inf. Yudi Gumilar S.Pd. beserta seluruh para prajurit melaksanakan Latihan Pratugas Tahap II dan III sesuai petunjuk yang telah ditentukan oleh Komando Atas di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto timur, Kabupaten Belu selama 7 hari 6 malam.






Pelaksanaan kegiatan Latihan Pratugas tahap II dan III pada hari Jumat tanggal 22 Agustus – 29 Agustus 2014. Materi yang dilaksanakan pada Latihan Pratugas Tahap II antara lain Penyebrangan Sungai, Sweeping Darat, Orientasi Peta, Patroli Patok, Patroli Keamanan, Ops Pur, Ralasuntai, Selama kegiatan latihan berlangsung Danyonif menekankan perlu dimantapkan kembali persiapan-persiapan yang sudah dilaksanakan yaitu melalui kegiatan pratugas Tahap II dan III dimana keberhasilan tugas operasi nantinya akan tergantung sejauh mana kalian mempersiapkan diri dan keseriusan para prajurit dalam melaksanakan latihan, baik kesiapan mental maupun fisik. Hasil latihan yang telah dicapai dengan maksimal dapat mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas secara maksimal, dan kegiatan ini juga harus dapat menambah wawasan baik pengetahuan maupun keterampilan prajurit secara perorangan juga satuan itu sendiri secara keseluruhan, karena melalui latihan-latihan yang telah dilaksanakan tersebut maka proses penyiapan suatu satuan dalam rangka menuju daerah penugasan secara umum baik perorangan maupun satuan harus dapat tampil lebih percaya diri guna menghadapi tugas operasi di daerah penugasan yang telah ditentukan oleh Komando Atas.




Selain itu juga latihan yang dilaksanakan merupakan gambaran dari sebuah dinamika operasi di daerah penugasan perbatasan yang diproyeksikan melalui suatu skenario latihan untuk dapat mengantar para pelaku agar bisa menyesuaikan diri lewat realisme latihan yang ditimbulkan dilapangan, sehingga melalui cerita latihan tersebut maka diharapkan secara komprehensif latihan pratugas ini dapat memberikan pemahaman tentang keadaan daerah operasi sesungguhnya. Diharapkan agar setiap prajurit mampu menerapkan aplikasi materi-materi latihan secara teknis maupun taktis yang disesuaikan dengan keadaan geografis maupun geofisika diperbatasan itu sendiri guna menjawab tantangan tugas yang akan dihadapi ke depan sehingga mampu menyelesaikan tugas pokok yang harus dilaksanakan dalam rangka mendukung tugas pokok yang lebih besar.